Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) adalah program yang mengajak seniman memberikan pembelajaran seni budaya pada kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah. Program ini mengajak seniman untuk menjadi guru ekstrakurikuler seni budaya di satuan pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK. GSMS merupakan program yang dijalankan oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
pendaftaran GSMS ini sendiri dibuka tanggal 15 Mei hingga 3 Juni 2023 melalui website GSMS (https://gsmsppk.kemdikbud.go.id/). Ketika selesai melakukan pendaftaran atau menjadi calon seniman peserta GSMS 2023, maka selanjutnya tinggal menunggu penilaian dari tim perumus/penilai. Pada tahap ini, status yang ada di halaman dashboard website GSMS bertuliskan "Sedang Diproses".
Ketika dinyatakan lulus sebagai seniman peserta GSMS 2023, status yang ada di halaman dashboard website GSMS bertuliskan "Lulus Pendaftaran Seniman". Pada halaman dashboard juga terdapat penempatan sekolah, serta guru pendamping/asisten yang merupakan guru seni yang berasal dari sekolah tersebut.
Proses selanjutnya adalah mengajukan dokumen rencana pembelajaran, dan setelah dokumen tersebut disetujui maka dilakukan proses pengajaran selama 19 pertemuan di sekolah yang telah ditentukan. Selain itu, jangan lupa untuk mengisi data rencana kegiatan, siswa, dan pelaporan kegiatan. Data rencana kegiatan berisi tujuan pembelajaran dan langkah-langkah pada masing-masing pertemuan. Data siswa berisi NISN, nama siswa, sekolah, dan kelas. Data pelaporan kegiatan berisi tanggal kegiatan, materi, tujuan, absensi kehadiran siswa, dan lampiran yang berisi dokumentasi foto dan video pada masing-masing pertemuan. Selain itu, juga terdapat rapat-rapat yang dihadiri oleh dinas, tim perumus/penilai, kepala sekolah, guru pendamping/asisten, dan seniman peserta GSMS 2023.
Tema GSMS 2023
Terdapat tema besar yang ditentukan oleh tim perumus/penilai yang terdiri dari tiga orang yaitu Riza Pardomuan Ahmad A.md (Rizakustik Guitar School), Joko Widodo (Institut Kesenian Jakarta), dan Andi Kalpin Subagja, S.Sn (praktisi seni). Tema ini harus dihadirkan pada output karya masing-masing sekolah peserta GSMS 2023 di Propinsi DKI Jakarta. Berikut adalah tema dan deskripsi yang telah ditentukan oleh tim perumus/penilai:
|
Tema
|
Jakarta Kekinian
|
|
Deskripsi
|
Jakarta, kota kekinian yang menggemerlap di tengah beton dan
hiruk-pikuk modernitas. Di sinilah impian dan harapan berkumpul, menghadirkan
riuh rendah kesibukan sehari-hari yang tak pernah berhenti. Kota ini adalah
refleksi masa kini, menggabungkan tradisi dengan teknologi canggih, dan
menawarkan peluang tak terbatas.
Setiap sudutnya menawarkan kekayaan budaya yang melampaui batas, dari
seni jalanan yang menghiasi dinding gedung hingga kuliner yang memanjakan
lidah dari berbagai belahan dunia. Jakarta adalah ajang kreativitas tanpa
batas, di mana seniman lokal dan internasional berkolaborasi untuk menciptakan
karya inspiratif yang menarik perhatian dunia.
Namun, di balik gemerlapnya, Jakarta juga menghadapi tantangan
kompleks. Kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan masalah-masalah sosial
menguji keuletan warganya. Namun, semangat kota ini tak pernah surut, karena
di sini juga lahir inovasi-inovasi canggih yang bertujuan untuk mengatasi
berbagai permasalahan tersebut.
Jakarta adalah tempat di mana tradisi dan modernitas saling berpadu
harmonis. Tempat di mana teknologi canggih membuka pintu peluang baru dan di
mana pelajar sekolah tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh dengan
keberagaman.
Menginjakkan kaki di tanah Jakarta, kita akan merasakan energi dan
semangat penuh kehidupan. Tidak ada kata "tidak mungkin" di kota
ini, karena Jakarta adalah tempat di mana impian diubah menjadi kenyataan dan
visi masa depan digenggam erat.
Jakarta kekinian adalah kota yang mengajarkan arti perubahan,
keterbukaan, dan keberanian. Di sini, setiap orang memiliki peran penting
dalam menjaga dan membangun gemerlapnya masa depan. Dan itulah yang membuat
Jakarta begitu istimewa.
|
Dari tema “Jakarta Kekinian” tersebut, diimplementasikan ke dalam sub-tema atau judul karya yang dihasilkan oleh masing-masing sekolah. Berikut adalah judul dan deskripsi karya yang diangkat oleh SMA Negeri 20 Jakarta pada program GSMS 2023:
|
Judul
|
Morfologi Ruang Kota
|
|
Deskripsi
|
SMA Negeri 20 Jakarta memiliki arsitektur dan landscape yang unik,
perpaduan antara modernitas dan warisan budaya yang memiliki nilai historis
yang berharga. Modernitas landscape tercermin dari bangunan modern seperti
bundaran Hi dan gedung perkantoran di koridor Sudirman-Thamrin, sedangkan
nilai-nilai sejarah tercermin dari kota tua, pasar baru, serta
bangunan-bangunan klasik era zaman kolonial.
Selain perpaduan antara modernitas dan masa lampau, keunikan arsitektur
dan landscape juga tercermin pada langgam bangunan serta detail ornamental
bangunan tersebut. Kita dapat melihat bagaimana keberagaman tingkat sosial,
suku, agama, serta ras yang membentuk wajah kota Jakarta saat ini lewat arsitektur
dan landscape ruang kota.
Homogenitas tersebut juga nampak pada pola aktivitas warganya.
Apabila kita lihat lebih dekat, bagaimana warga kota berinteraksi satu dengan
yang lain, aktivitas, logat, pakaian yang dikenakan, dan sejenisnya
menampakkan keberagaman yang unik.
|
Pengalaman mengajar di SMA Negeri 20 Jakarta
Gambar 1. SMA Negeri 20 Jakarta
(dokumentasi penulis)
Pada program GSMS 2023 ini, saya ditempatkan di SMA Negeri 20 Jakarta yang berlokasi di bilangan Sawah Besar (tepatnya di Jl. Krekot III No.1, RT.1/RW.5, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710). Selain karena lokasi penempatan yang bisa dibilang dekat dengan tempat tinggal saya di Rempoa (tinggal lurus ke Utara arah Monas), SMA Negeri 20 Jakarta mempunyai Kepala Sekolah dan guru pendamping/asisten yang mendukung proses mengajar yang saya lakukan.
Proses pelaksanaan program GSMS 2023 ini dilakukan selama 19 pertemuan, dilaksanakan pada jam ekstrakulikuler yaitu dimulai jam 15.00 hingga selesai (biasanya sekitar jam 17.00-18.00). Karena bersifat ekstrakulikuler, maka program GSMS 2023 dilaksanakan seminggu dua atau tiga kali sesuai kesepakatan dengan siswa. Apabila misal ada kegiatan kesiswaan seperti OSIS, Pramuka, dsb atau ujian sekolah, maka kegiatan dipindah ke hari lain atau diliburkan.
Komposisi materi pengajaran terdiri dari teori mengenai kesenirupaan dan aplikasi pada kegiatan kesiswaan. Selain dilakukan di kelas dan lingkungan sekolah, proses pelaksanaan program GSMS 2023 juga dilakukan di luar sekolah berupa praktek street photography menggunakan alat yang siswa miliki (DSLR, mirrorless, smartphone). Berikut hunting street photography yang dilakukan siswa SMA Negeri 20 Jakarta dalam rangka pelaksanaan program GSMS 2023:
Pertemuan 11, hunting street photography di sekitar Pasar Baru, Jakarta
Gambar 2. Gapura Pasar Baru
(dokumentasi penulis)
Pada pertemuan 11 (hari Selasa, tanggal 12 September 2023), pelaksanaan program GSMS dilakukan di luar sekolah berupa hunting street photography. Lokasi hunting berada di Pasar Baru (Passer Baroe), dimana lokasi ini merupakan salah satu pasar tradisional tertua di Jakarta. Kawasan perdagangan yang didirikan tahun 1820 ini merupakan salah satu wajah kota Jakarta, dimana tidak hanya berupa modernitas khas kota metropolitan saja, namun juga masih menjaga memori kolektif warga kota di masa lampau.
Pada lokasi Pasar Baru, terdapat tetenger yang ikonik berupa gapura dengan atap pelana berlanggam Oriental dengan tulisan “Passer Baroe 1820”. Selain itu, di Pasar Baru juga masih banyak terdapat bangunan-bangunan tua nan kokoh berlanggam arsitektur Oriental dan Barat yang berumur ratusan tahun. Dapat dilihat bahwa kawasan perdagangan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini merupakan bentuk akulturasi beragam budaya yang membentuk wajah Jakarta saat ini.
Karena program ini bersifat ekstrakurikuler, maka titik kumpul hunting berada di SMA Negeri 20 Jakarta setelah bel pulang sekolah (15.00). hal tersebut merupakan nilai tambah karena apabila hunting dilaksanakan pada waktu tersebut, kita bakal mendapatkan golden hour yang dapat dilihat pada hasil foto yang ada di akun Instagram saya. Selain itu, karena dilaksanakan pada musim kemarau maka hamper dipastikan kita tidak akan mendapat mendung atau hujan (akan mendapat sidelight kekuningan khas sore hari).
Setelah semua peserta terkumpul, kamipun berangkat menuju Pasar Baru dengan berjalan kaki dan tidak lupa menyiapkan alat perekam gambar yang kami punya (ada yang membawa Mirrorless, DSLR, ataupun handphone). Perlajalan dimulai dari SMA Negeri 20 Jakarta, berjalan sambil mengambil gambar menyusuri Jalan Krekot Bunder menuju Metro Atom Plaza, kemudian menyeberang Jalan Samanhudi, menyusuri Jalan Pasar Baru, dan berhenti untuk beristirahat di Gapura Pasar baru yang berada di Jalan Antara.
Setelah selesai beristirahat sambil foto-foto, beli camilan dan minuman, kamipun melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Antara, lanjut Jalan Pintu Air Raya hingga menuju ke Metro Atom Plaza, dan kembali ke SMA Negeri 20 Jakarta tepat waktu Maghrib.
link dokumentasi fotografi:
link dokumentasi videografi:
Pertemuan 13, hunting street photography di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta
Gambar 3. Bundaran Hotel Indonesia
(dokumentasi penulis)
Pada pertemuan 13 (hari Jumat, tanggal 22 September 2023), pelaksanaan program GSMS dilakukan di luar sekolah berupa hunting street photography. Lokasi hunting berada di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) dimana lokasi ini merupakan manifestasi modernitas Kota Jakarta serta salah satu wajah Negara Indonesia di Dunia.
Pada lokasi Bundaran HI terdapat tetenger yang ikonik berupa patung selamat datang karya kolaborasi Henk Ngantung, Edhi Sunarso, dan Trubus Sudarsono. Patung perunggu tersebut berpadu harmonis dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit simbol modernitas. Selain itu, di lokasi ini juga terdapat halte Bus Trans Jakarta kekinian, spot terbaik untuk melakukan swafoto dengan latar belakang bundaran HI. Aktivitas manusia yang didominasi oleh karyawan kantoran di sekitar bundaran HI dan warga yang berekreasi menjadi hal yang menarik untuk diabadikan.
Karena pada hari Jumat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMA Negeri 20 Jakarta berakhir jam 11.00, maka diputuskan bahwa titik kumpul berada di bundaran HI. Siswa dan guru yang mengikuti kegiatan hunting foto bisa pulang ke rumah untuk mempersiapkan diri lalu berangkat ke lokasi pada waktu yang telah disepakati.
Sebagian besar waktu dihabiskan di sekeliling bundaran HI untuk mengabadikan beragam momen disana. Setelah agak sore, kegiatan dilanjutkan dengan berjalan menyusuri Jalan M.H. Thamrin menuju ke Stasiun Sudirman.
link dokumentasi fotografi:
link dokumentasi videografi:
Pertemuan 16, hunting street photography di sekitar Kota Tua, Jakarta
Gambar 4. Stadhuis (Balai Kota) Batavia
(dokumentasi penulis)
Pada pertemuan 16 (hari Selasa, tanggal 03 Oktober 2023), pelaksanaan program GSMS dilakukan di luar sekolah berupa hunting street photography. Lokasi hunting berada di sekitar Kota Tua dimana lokasi ini merupakan awal mula Kota Jakarta. Wilayah yang juga dikenal dengan Batavia Lama (Oud Batavia) ini berlokasi di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
Pada lokasi Kota Tua, terdapat tetenger yang ikonik berupa Stadhuis (Balai Kota) Batavia. Bangunan ini dulunya difungsikan sebagai kantor Gubernur Jenderal VOC, namun saat ini dialihfungsikan menjadi Museum Fatahillah yang berisi sejarah Kota Jakarta. Selain itu di lokasi Kota Tua juga terdapat bangunan-bangunan era colonial lainya yang saat ini digunakan sebagai museum, café, atau sarana rekreasional lainya.
Selain bangunan yang sarat akan nilai sejarah, di lokasi Kota Tua juga terdapat daya tarik lainya yang tidak kalah keren. Terdapat beberapa orang yang berdandan dengan kostum unik (tentara, noni belanda, dll) lengkap dengan propertinya, yang bisa diajak berfoto bersama dengan tarif seikhlasnya. Selain itu juga terdapat sepeda warna-warni yang bisa pengunjung sewa untuk berkeliling lokasi Kota Tua. Ada juga orang yang menggelar live music di lokasi tersebut.
Titik kumpul awal peserta hunting foto berada di SMA Negeri 20 Jakarta setelah berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yaitu jam 15.00. setelah semua peserta terkumpul, kemudian berangkat dengan berjalan kaki menuju Stasiun Sawah Besar. Dari Stasiun Sawah Besar, peserta menaiki KRL dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Setelah puas hunting foto di lokasi tersebut, peserta pulang jam 17.30 menuju SMA Negeri 20 Jakarta dengan rute yang sama.
link dokumentasi fotografi:
link dokumentasi videografi:
Tujuan Pembelajaran
Setelah beberapa pertemuan diisi dengan teori, maka pada beberapa pertemuan diisi dengan kegiatan praktek berupa hunting street photography di lokasi yang berkaitan dengan tema GSMS 2023. Tujuan dilakukanya praktek tersebut adalah agar siswa dapat melatih kepekaan terhadap komposisi, momen, dan arah datangnya cahaya. Karena dilaksanakan selepas jam 15.00 hingga matahari terbenam, serta ditunjang dengan kondisi cuaca yang bagus, maka siswa dapat merasakan momen golden hour dalam fotografi.
Diharapkan, siswa dapat melakukan praktek mandiri setelah berakhirnya program GSMS 2023 ini. Siswa juga diharapkan dapat mengaplikasikan teori yang didapat pada kegiatan kesiswaan. Semoga tulisan ini dan kehadiran saya sebagai seniman peserta GSMS 2023 dapat bermanfaat.
Mantaap Pa Tiko. Terima kasih dari SMAN 20 Jakarta
BalasHapusTerima kasih Ibu Nenny, semoga bermanfaat bagi teman-teman siswa SMAN 20 Jakarta
Hapus